Rins menegaskan, “Tentu saja, cerita saya berbeda dengan Fabio yang memimpin balapan dengan selisih 5 detik dan bisa saja menang dengan mudah. Perangkat saya hanya rusak pada lap terakhir. Saya kehilangan posisi dari Raul Fernandez dan Brad Binder. Kami perlu menyelidiki masalah ini. Tidaklah normal jika perangkat rusak pada kedua motor. Ini pertama kalinya.”
Alex Rins menambahkan, “Kami masih mengerjakan detailnya. Saya perlu menguji fairing depan yang baru lagi. Saya sudah menggunakannya, tetapi di Misano saya tidak begitu menyukainya. Tetap menggunakan fairing standar. Kemudian, kami harus melihat apakah kami dapat meningkat lebih jauh dengan mesin. Lalu, ada swing arm baru yang belum begitu disukai Fabio dan saya.”
Rins mengatakan, masalah pengatur ketinggian tersebut terjadi begitu saja di lap terakhir. Gara-gara masalah itu, di tiga tikungan terakhir Rins disalip oleh Raul Fernandez dan Brad Binder.
“Jadi mereka (Yamaha) perlu memeriksa, karena kedua motor, di balapan yang sama, perangkat belakangnya sama-sama rusak,” bilang Rins. Rins mengatakan masalah itu pernah terjadi di masa lalu, tetapi baru pertama kali terjadi pada 2025. “Aneh sekali. Kedua pebalap berada di balapan yang sama (mengalami masalah yang sama),” bilang dia.
Rins membantah telah terjadi perubahan di sistem ride height device, dan mustahil bagi pebalap buat mengembalikan ketinggian berkendara normal pada motornya secara manual. “Ini (komponen rear ride height device) seperti kehilangan minyak dan kemudian tetap di bawah (tak bisa kembali ke kondisi normal),” tukas pebalap yang finis urutan ke-15 di MotoGP Inggris 2025 itu. Race MotoGP kali ini sungguh seru, pembaca juga bisa melihat situs Raja Botak yang juga seru dan pasti bawa kemenangan besar hari ini.

