Dua Pertahanan Real Madrid Tumbang. Derbi Madrid berakhir tragis bagi Real Madrid. Regu asuhan Xabi Alonso tumbang 2- 5 di Metropolitano dikala mengalami Atletico Madrid dalam laga LaLiga yang penuh drama. Bukan cuma kekalahan telak yang membuat cedera mendalam, tetapi pula bertambahnya catatan luka di skuad Los Blancos.
Julián Alvarez jadi bintang utama dalam laga tersebut. 2 golnya tidak cuma membenarkan kemenangan besar untuk Atletico, tetapi pula mengantar Real Madrid pada kekalahan awal mereka di liga masa ini. Kekalahan ini jadi pukulan ganda untuk Xabi Alonso yang saat ini wajib memutar otak mengalami krisis pemain.
2 bek andalan, Dani Carvajal serta Eder Militao, bersama ditarik keluar sebab luka. Keadaan keduanya hendak lekas ditilik lebih lanjut buat membenarkan seberapa parah akibatnya terhadap regu.
Carvajal Luka Otot, Diragukan Tampak di Liga Champions
Carvajal hadapi permasalahan di otot soleus kaki kanannya serta dijadwalkan menempuh uji kedokteran pada Pekan buat mengenali seberapa lama dia wajib menepi. Si bek kanan apalagi telah ditentukan absen dalam laga Liga Champions melawan Kairat Almaty pada Selasa mendatang, sebab pula terserang sanksi kartu merah dari pertandingan sebelumnya.
Cederanya Carvajal membuat Real Madrid wajib melaksanakan rotasi darurat di lini balik. Eduardo Camavinga pernah masuk menggantikannya, sedangkan Fede Valverde terpaksa bermain selaku bek kanan, mengingat Trent Alexander- Arnold pula tengah hadapi luka.
Carvajal juga mengantarkan kekecewaannya usai laga. Dia mengkritik Kerutinan ball boy di Metropolitano yang dikira kerap membuang waktu.“ Solusinya simpel, semacam di Premier League: pasang kerucut dengan bola cadangan supaya pemain dapat langsung mengambilnya,” ucapnya.

Militao Terluka Akibat Benturan, Diragukan Hadapi Kairat
Nasib tidak jauh berbeda mengenai Eder Militao. Bek tengah asal Brasil itu menemukan tendangan keras dari Alexander Sorloth pada menit ketiga kala berupaya menggagalkan kesempatan emas si striker. Insiden itu menimbulkan luka pada pergelangan kaki kirinya serta buatnya wajib digantikan di babak kedua oleh Raul Asensio.
Militao keluar lapangan dengan tertatih, serta peluangnya tampak di laga Liga Champions sangat kecil. Dia pula hendak menempuh pengecekan kedokteran pada hari Pekan buat memastikan lamanya masa pemulihan.
Dalam wawancara usai laga, Carvajal ikut menyinggung keputusan wasit Javier Alberola Rojas yang tidak membagikan kartu kuning kedua kepada Sorloth. Wasit beralasan selebrasi si pemain bersama pemirsa tidak dikira beresiko, sehingga tidak layak menemukan hukuman bonus.
Kekalahan yang Menyakitkan di Tengah Krisis Skuad
Hasil ini jadi tamparan keras untuk Real Madrid. Tidak hanya kekalahan memalukan di markas rival sekota, skuad Xabi Alonso saat ini mengalami tantangan besar dengan menumpuknya pemain luka.
Krisis lini balik dapat jadi ancaman nyata dalam agenda padat, tercantum di ajang Liga Champions yang telah menanti di tengah minggu.
Dengan keadaan Carvajal serta Militao yang diragukan, Real Madrid wajib lekas mencari pemecahan kilat bila tidak mau kembali terpeleset.
Real Madrid Memiliki Permasalahan Bola Mati
Salah satu kelemahan sangat mencolok dari kekalahan ini merupakan buruknya pertahanan Real Madrid dikala mengalami suasana bola mati. Dari 5 berhasil yang bersarang ke gawang Thibaut Courtois, 4 di antara lain berawal dari skema bola mati ataupun momen setelahnya.
Kegagalan mengestimasi tendangan leluasa, lemparan ke dalam, sampai penalti membuat Atletico dapat menghukum Real Madrid dengan relatif gampang. Suasana ini menampilkan perlunya pembenahan sungguh- sungguh pada organisasi pertahanan, paling utama di pertandingan- pertandingan besar yang menuntut konsentrasi penuh.
Baca juga: Pecco Bagnaia Juarai MotoGP Jepang Sprint Race
Alvaro Carreras Kandas di Tes Besar Pertama
Álvaro Carreras jadi salah satu pemain yang tampak sangat mengecewakan di derby Madrid ini. Bek kiri berumur 22 tahun itu kesusahan mengalami Pablo Barrios, yang leluasa bergerak di sisi kanan Atletico selama laga.
Tidak hanya itu, Carreras pula nampak kurang kuat dalam mengestimasi bola mati. Dia kandas melindungi Sorloth yang mencetak berhasil lewat sundulan serta sebagian kali salah posisi di kotak penalti. Performa ini dapat jadi catatan berarti untuk Xabi Alonso, paling utama kala Ferland Mendy telah kembali pulih.
Kembalinya Jude Bellingham yang Membingungkan
Xabi Alonso pernah berharap banyak dengan kedatangan Jude Bellingham di laga ini. Tetapi, gelandang Inggris itu lebih kerap menolong lini balik dibanding mengendalikan serbuan, suasana yang jelas tidak cocok dengan kedudukan utamanya.
Bellingham mencatat 5 tekel, paling tinggi dalam laga ini, serta apalagi wajib turun ke kotak penalti buat menghindari gawang Courtois kebobolan lebih banyak. Sayangnya, kontribusinya di lini serbu sedikit. Real Madrid jelas memerlukan Bellingham selaku motor ofensif, bukan cuma semata- mata penambal di lini pertahanan. Coba menangkan hadiah besar bersama paman empire link gaming online resmi dan seru hari ini!
