Kericuhan San Siro VAR yang Berakhir Kartu Merah. Laga AC Milan vs Lazio pada pekan ke- 13 Serie A 2025/ 2026 di San Siro, Minggu, 30 November 2025, memperkenalkan drama yang sulit dibiarkan. Meski hanya satu gol tercipta melalui Rafael Leao di menit ke- 51, pertandingan ini jadi pembicaraan hangat karena insiden VAR yang menimbulkan kekacauan di menit bonus.
Gol tunggal Leao sudah cukup membawa AC Milan menggapai kemenangan 1- 0. Namun, atensi utama malah tertuju pada momen dramatis disaat Alessio Romagnoli melepaskan tembakan voli yang mengenai lengan Strahinja Pavlovic di dekat gawang Lazio. Wasit Giuseppe Collu dini mulanya membiarkan permainan berjalan, memperhitungkan lengan Pavlovic terletak dalam posisi alami.
Kekacauan pula terjalin kala VAR merekomendasikan On- Field Review( OFR). Ketegangan di zona teknis meningkat hingga Massimiliano Allegri dan asisten Lazio, Marco Ianni, diusir karena keluhan. Reaksi ini membuat seluruh stadion San Siro jadi saksi drama di pengujung laga.
AC Milan vs Lazio: Kekacauan di Masa Bonus Waktu
Insiden bermula kala Romagnoli melepaskan tembakan voli, dan bola mengenai lengan Pavlovic dari jarak dekat. Dini mulanya, Collu memperhitungkan tidak ada pelanggaran karena posisi lengan pemain Milan itu dikira wajar disaat memeluk Adam Marusic. Namun, VAR sehabis itu meminta OFR buat membetulkan keputusan.

Kekacauan di bangku teknis pula tidak terhindarkan. Allegri dan Ianni silih bersitegang dengan ofisial pertandingan. Untuk laporan, kedua pelatih diusir keluar dikala saat sebelum Collu sempat meninjau monitor sehingga keputusan akhir belum diketahui.
Disaat Collu akhirnya meninjau rekaman, ia memakai teknologi terbaru yang membolehkan wasit menarangkan keputusan secara real time.“ Sehabis mengevaluasi rekaman, lengan pemain Milan bernomor 31 terletak di luar siluet, tetapi lebih dulu ia dilanggar oleh pemain Lazio bernomor 77, Marusic,” jelas Collu. Pernyataan ini memunculkan berbagai reaksi, dari tersenyum hingga kecewa, di kalangan pemain Lazio.
AC Milan vs Lazio: Keputusan VAR yang Mengundang Pujian dan Kontroversi
Pakar Sky Sport Italia menyanjung Collu karena mampu menenangkan atmosfer yang area.“ Ia membiarkan VAR melindungi reputasinya atas keputusan yang absurd, tetapi tetap menegakkan keadilan dengan tidak memberikan penalti yang hendak sangat tidak masuk ilham,” ungkap analis mereka.
Insiden ini memperlihatkan gimana VAR, meski sering jadi sumber polemik, pula dapat membantu menciptakan keputusan yang adil apabila diterapkan dengan cocok. Buat AC Milan, kemenangan 1- 0 jadi bonus poin berarti di klasemen Serie A. Sebaliknya itu, Lazio, meski kecewa, harus menerima keputusan yang diambil secara cermat meski penuh drama.
Pertandingan AC Milan vs Lazio pekan ke- 13 Serie A ini hendak tetap diingat bukan hanya karena gol Leao, tetapi pula karena tata cara VAR dan wasit Collu mengeksekusi teknologi modern buat memperkenalkan keputusan yang rumit, namun adil, meski memicu kekacauan di pinggir lapangan.
Baca juga: Ricuh Kandang Persib Didenda AFC 437Juta!
Rafael Leao Masuk Klub Elite 100
Leao sekali lagi meyakinkan dirinya sebagai jimat keberuntungan buat Milan. Golnya di babak kedua tidak hanya memberikan kemenangan, tetapi pula jadi buah dari kerja sama tim yang apik. Bermula dari kombinasi Alexis Saelemaekers dan Youssouf Fofana, bola dikirim ke Fikayo Tomori yang merangsek di sisi kanan. Umpan silang mendatar Tomori diselesaikan dengan sempurna oleh Leao yang meluncur menyambut bola.
Gol tersebut memiliki makna statistik yang mendalam buat pemain asal Portugal itu. Leao dikala ini resmi jadi pemain keempat yang turut dan dalam lebih dari 100 gol( kombinasi gol dan assist) di Serie A dengan satu tim sejak debutnya pada masa 2019/ 20. Ia menjajaki jejak nama- nama besar semacam Domenico Berardi, Ciro Immobile, dan Lautaro Martinez.
Kontribusi Leao ini sangat vital mengingat Milan lagi kehilangan sebagian pilar serbuan. Dengan absennya Pulisic, beban kreativitas jatuh ke pundaknya, dan ia menjawabnya dengan tuntas. Kecepatan dan penyelesaian akhirnya jadi pemecah kebuntuan di disaat Lazio bermain disiplin menutup ruang.
Momen ini pula menunjukkan kematangan Leao dalam mengambil posisi. Ia tidak hanya mengandalkan aksi orang dari sayap, tetapi mampu membaca permainan buat masuk ke kotak penalti dan menyambut umpan silang. Gol ini jadi kenyataan evolusi permainannya yang terus jadi efektif bagi Rossoneri. Ayo menangkan hadiah besar raja botak link gaming online terbaik saat ini!
