Khvicha Kvaratskhelia Lagi-lagi Jadi Man of the Match. Laga PSG vs Liverpool menghadirkan dominasi tuan rumah di Parc des Princes pada leg pertama babak perempat final Liga Champions 2025-2026. Paris Saint-Germain menang 2-0 atas Liverpool dalam duel yang digelar Kamis, 9 April 2026 dini hari WIB.
Gol cepat Desire Doue pada menit ke-11 membuka keunggulan sang juara bertahan sejak awal pertandingan. Intensitas tinggi terus dipertahankan hingga akhirnya Khvicha Kvaratskhelia menambah gol pada menit ke-65.
Performa winger asal Georgia itu kembali mencuri perhatian sepanjang pertandingan. Ia tak hanya mencetak gol, tetapi juga aktif menciptakan peluang dan membantu pertahanan tim.
Penampilan tersebut membuat Kvaratskhelia kembali meraih penghargaan Man of the Match. Ini menjadi pencapaian ketiganya secara beruntun di fase gugur musim ini.

Konsistensi Kvaratskhelia di Fase Gugur
Kvaratskhelia menunjukkan konsistensi tinggi sejak babak 16 besar. Pada leg pertama kontra Chelsea, ia masuk saat skor 2-2 dan langsung memberi dampak besar dalam kemenangan 5-2.
Grup Pengamat Teknis UEFA menilai performanya sangat menentukan jalannya laga. Ia dianggap tampil eksplosif dan mampu mengubah arah permainan secara signifikan.
Pada leg kedua di Stamford Bridge, kontribusinya kembali terlihat jelas. Ia mencetak gol, menjaga penguasaan bola, serta mendistribusikan umpan dengan akurasi tinggi.
Pergerakannya di sisi kiri menjadi kunci dalam membuka ruang serangan PSG. Skema rotasi di sisi kanan membuatnya leluasa menerima bola dan melakukan penetrasi.
Dominasi Total PSG atas The Reds
Pernyataan Kvaratskhelia bukan tanpa alasan. Secara statistik, PSG benar-benar mendominasi jalannya pertandingan. Mengutip dari FotMob, PSG mencatatkan 18 tembakan dengan 6 di antaranya tepat sasaran dan menghasilkan Expected Goals (xG) sebesar 2.20.
Sementara itu, Liverpool di bawah asuhan Arne Slot tampil sangat buruk. The Reds hanya mampu melepaskan tiga tembakan sepanjang laga, dan ironisnya, tak ada satu pun yang mengarah tepat ke gawang (shot on target). Ini adalah kali pertama sejak November 2020 (melawan Atalanta) Liverpool gagal mencatatkan shot on target di Liga Champions.
PSG langsung menggebrak sejak awal babak pertama. Pada menit ke-11, Desire Doue berhasil memecah kebuntuan. Berawal dari pergerakan Ousmane Dembele, Doue melepaskan tembakan dari luar kotak penalti yang membentur tumit Ryan Gravenberch, membuat bola melambung mengecoh kiper Giorgi Mamardashvili.
Kiper Liverpool asal Georgia itu tampil jatuh bangun menyelamatkan gawangnya. Ia sukses menggagalkan peluang emas dari Kvaratskhelia dan Doue di babak pertama, membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Di babak kedua, dominasi tuan rumah terus berlanjut. Setelah Dembele membuang peluang emas di depan gawang, Kvaratskhelia akhirnya menggandakan keunggulan PSG pada menit ke-65.
Baca juga: Renovasi Stadion Camp Nou Buat Barca Kalah?
Penyegaran Pemain
Liverpool mencoba melakukan penyegaran dengan memasukkan beberapa pemain pengganti pada menit ke-80. Nama-nama seperti Curtis Jones, Alexander Isak, dan Cody Gakpo diharapkan mampu mengubah alur pertandingan. Namun, rapatnya barisan pertahanan PSG membuat tim tamu kesulitan menciptakan peluang bersih.
Sepanjang laga, Liverpool bahkan tidak mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran ke arah gawang PSG. Statistik akhir menunjukkan ketimpangan performa kedua tim di lapangan. PSG melepaskan total 17 tembakan dengan 7 di antaranya mengarah ke gawang. Sementara itu, Liverpool hanya mampu membalas dengan 3 tembakan yang semuanya meleset atau diblok. Akurasi operan PSG yang mencapai 93 persen juga menjadi kunci sukses mereka dalam mengontrol tempo permainan.
Liverpool kini memikul beban berat untuk membalikkan keadaan pada pertemuan selanjutnya jika ingin tetap ke babak berikutnya Liga Champions UEFA 2026. Liverpool akan menjadi tuan rumah di leg kedua pekan depan. Dapatkan kemenangan macan empire link gaming depo mudah dan cepat masuk hari ini!
