Mohamed Salah dengan Kenangan Bersama The Reds
indocair

Mohamed Salah dengan Kenangan Bersama The Reds. Reaksi publik Mesir terhadap kabar Mohamed Salah meninggalkan Liverpool dipenuhi rasa haru sekaligus kebanggaan. Bagi banyak orang di negaranya, perjalanan sang penyerang bukan sekadar cerita karier sepak bola, tetapi simbol bagaimana mimpi yang tampak mustahil bisa menjadi nyata.

Video perpisahan Salah memicu gelombang nostalgia di Mesir. Banyak orang kembali mengenang masa awal kariernya, dari seorang remaja yang hampir tidak dikenal hingga akhirnya menjadi salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Premier League.

Bagi publik Mesir, perjalanan itu memiliki makna yang jauh lebih dalam. Salah bukan hanya pahlawan olahraga, tetapi juga cerminan perjuangan seseorang yang berasal dari latar belakang sederhana dan mampu mencapai puncak sepak bola dunia.

Awal Perjalanan Dari Desa Kecil

Mohamed Salah lahir dan tumbuh di Nagrig, sebuah desa kecil di provinsi Gharbia. Pada masa kecilnya, hampir tidak ada yang membayangkan bahwa seorang anak dari desa tersebut suatu hari akan menjadi ikon sepak bola dunia.

Sorotan pertama datang pada 25 Desember 2010. Saat itu, Salah yang baru berusia 18 tahun mencetak gol dalam laga imbang 1-1 antara Al Mokawloon dan Al Ahly, juara Mesir saat itu. Penampilan tersebut mulai menarik perhatian publik terhadap bakat mudanya.

Biar begitu, perjalanan menuju titik tersebut tidaklah mudah. Ketika berusia 14 tahun, Salah harus menempuh perjalanan sekitar 100 km dari rumahnya menuju tempat latihan Al Mokawloon. Ia bahkan harus berganti empat hingga lima bus untuk tiba di lokasi latihan beberapa kali dalam seminggu.

Perjalanan pulang pergi itu bisa memakan waktu hingga delapan jam. Pengalaman tersebut menggambarkan betapa besar pengorbanan yang harus ia lakukan hanya untuk mengejar mimpinya bermain sepak bola profesional.

Mohamed Salah dengan Kenangan Bersama The Reds
indocair

Membuka Jalan Baru Bagi Pemain Mesir

Langkah Salah menuju Eropa dimulai ketika ia pindah dari Al Mokawloon ke klub Swiss, Basel. Pada masa itu, hampir tidak ada jalur yang jelas bagi pemain Mesir untuk menembus sepak bola Eropa.

Berbeda dengan pemain muda dari akademi di liga top Eropa yang memiliki sistem pembinaan terstruktur, Salah harus menemukan jalannya sendiri. Ia menjadi salah satu pemain pertama yang berhasil menembus level tertinggi sepak bola Eropa melalui jalur yang tidak biasa.

Kesuksesannya kemudian membuka perspektif baru bagi para pemain muda Mesir. Jika sebelumnya sekadar bermain di luar negeri sudah dianggap prestasi besar, Salah mengubah standar tersebut.

Kini target generasi baru pemain Mesir bukan lagi sekadar bermain di Premier League, tetapi juga mampu bersinar di sana.

Ia sempat menolak Liverpool karena ingin bergabung dengan Chelsea ketika hijrah dari Basel, Swiss pada Januari 2014. Satu-satu kenangannya sebelum tiba di kota Merseyside adalah ketika tampil sebagai starter. Untuk skuad asuhan Jose Mourinho dalam kemenangan 2-0 atas Liverpool di Stadion tersebut. Itu adalah pertandingan yang ikonik karena terjadi insiden tergelincirnya Steven Gerrard yang membantu Manchester City meraih titel juara.

Sejak saat itu, Salah mulai mengukir kenangan tak terlupakan bagi Liverpool FC. Penggemar mereka dengan menyumbang tambahan koleksi trofi di Anfield. Mulai dari Liga Champions, dua gelar Premier League, Piala FA, Piala Liga (EFL Cup), Piala Super UEFA, hingga Piala Dunia Antarklub FIFA.

Karirnya Bersinar

Di Basel, karirnya telat bersinar karena pelatih Murat Yakin baru menemui potensi besarnya setelah berhasil mencetak gol dalam pertandingan perempat final Europa League pada tahun 2013.

“Meskipun Mohamed berhasil mencetak gol lagi, dia tetap tidak akan ada di sini lagi” kata Yakin.

Namun, dia berhasil melakukannya dan pergi meninggalkan FC Basel.

Karir Salah berkembang begitu cepat saat ia meninggalkan Chelsea dan mulai menjalani masa peminjamannya di ACF Fiorentina dan AS Roma sebelum akhirnya berlabuh di Anfield sebagai pemain yang matang. Namun, sepertinya Jurgen Klopp belum menyadari talenta besar yang ia datangkan.

Saat bermain imbang dengan Watford, ia berhasil mencetak gol pertamanya yang cukup unik. Sejak saat itulah, ia tidak bisa berhenti mencetak gol.

DI kompetisi Premier League, ia telah mencatatkan 310 penampilan, dengan torehan 189 gol dan 92 assist yang ia sumbangkan bagi Liverpool. Jumlah kontribusi gol ini adalah yang terbesar dalam sejarah klub di Premier League.

Meskipun, ia memiliki sifat egois dan naluri mencetak gol yang tinggi, tetapi catatan assist-nya membuktikan bahwa ia adalah pemain yang sangat berkontribusi bagi tim.

Ia langsung mencatatkan performa luar biasa dengan mencetak 44 gol dan menyumbang 14 assist dalam 52 penampilannya. Namun, ia harus mengakhiri musim perdananya dengan cedera bahu yang didapatkan dalam pertandingan Final Liga Champions Eropa di Kiev.

Namun, ia hanya membutuhkan waktu satu tahun untuk berhasil mendapatkan gelar Liga Champions setelah Liverpool berhasil menumbangkan Tottenham 2-0 di final Liga Champions selanjutnya.

Gabung Bersama Trisula Maut

Salah tergabung ke dalam trisula maut saat itu bersama Sadio mane dan Roberto Firmino.

Ia meneror dari area kanan, Mane beroperasi di sisi sebelah kiri, sementara Firmino bisa berperan sebagai penyerang tengah atau turun lebih dalam untuk menambahkan sentuhan indah dalam kombinasi permainan yang cair dan mematikan.

Itu merupakan kombinasi yang sempurna dari pressing, power, skill, kecepatan, dan ancaman dalam sebuah tim. Dari segi kepribadian, mungkin Salah dan Mane tidak serasi. Tetapi di lapangan mereka tampil kompak, dengan didukung permainan elegan dari Firmino.

Konsistensi dan kebugarannya sangat luar biasa. Catatan terendahnya terjadi pada musim 2019-20 dengan ‘hanya’ mencetak 23 gol ketika Liverpool berhasil menyabet gelar Premier League setelah penantian 30 tahun lamanya.

Selama berkarir di Liverpool, Salah memiliki persentase kemenangan sebesar 63,0% dari 310 penampilannya di Premier League dan persentase kemenangan sebesar 62,7% di semua kompetisi. Ini menunjukkan periode gemilang bagi klub dan sang pemain.

Seiring berakhirnya era para pemain hebat seperti Sadio Mané dan Roberto Firmino, serta sosok berpengaruh lainnya seperti kapten Jordan Henderson dan Fabinho, Jürgen Klopp membangun ulang tim yang ia sebut sebagai ‘Liverpool 2.0’

Namun, hanya satu hal yang tidak berubah, bahkan dalam era baru Liverpool FC ini, yaitu Mohamed Salah yang tetap menjadi pahlawan kemenangan.

Salah sempat beberapa kali bersitegang dengan Klopp-begitu juga dengan Arne Slot saat ini. Termasuk insiden di tepi lapangan saat West Ham mencetak gol ketika ia bersiap masuk sebagai pemain pengganti dalam laga imbang 2-2 di London Stadium pada April 2024. Meski demikian, keduanya tetap cocok satu sama lain. Dengan gaya menyerang total Klopp yang mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari mesin gol andalannya.

Baca juga: Cristian Romero Mau Diincar Blaugrana

Setelah Kepergian Klopp

Setelah kepergian Jurgen Klopp, Salah tetap menjalani musim selanjutnya dengan performa luar biasa. Seolah ia mengemban misi pribadi untuk mengembalikan gelar Premier League ke Anfield dan menyamai jumlah trofi Manchester United.

Seperti yang sudah sering terjadi, Salah tetap membuktikan kualitasnya.

Saat ini, Salah berada di puncak karir sepakbolanya, dengan catatan gol sebanyak 34 gol dari 50 penampilannya di semua kompetisi. Ia menjadi kekuatan yang tak terbendung saat Liverpool menjuarai liga dengan mudah. Sekaligus membantu memastikan transisi dari Klopp yang emosional ke Slot yang lebih tenang. Taktis berlangsung tanpa hambatan di musim pertama sang pelatih asal Belanda tersebut.

Para fans Liverpool FC bersukacita ketika Mohamed Salah menandatangani kontrak baru berdurasi dua tahun pada April 2025. Masa depan pun tampak cerah.

Maka tak heran jika penurunan performa Salah musim ini terasa mengejutkan.  Meski ia—bersama klub dan para penggemarnya—harus menanggung duka mendalam setelah kepergian Diogo Jota, rekan setim yang begitu dicintai, akibat kecelakaan mobil pada Juli.

Sebagian besar duka Liverpool FC memang disimpan secara pribadi, sehingga dampak sepenuhnya tidak diketahui. Namun, Salah memperlihatkan emosinya pada laga pembuka Premier League musim itu melawan AFC Bournemouth di Anfield. Mainkan Indocair link alternatif terbaik untuk bermain dan menang hari ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *