Seshock itukan Bapak Paul Hargreaves karena MU dan Chelsea ini tidak mau gaet Gianluigi Donnarumma? Kiper bagus malah tidak di acuhkan! Paul Hargreaves, mantan pemain tim nasional Inggris, mengaku terkejut ketika melihat baik Chelsea maupun Manchester United gagal mengamankan Gianluigi Donnarumma ketika harga penjaga gawang itu dianggap “murah meriah”. Menurutnya, ada peluang besar yang terlewat oleh kedua klub itu, terutama mengingat reputasi dan kualitas Donnarumma sebagai salah satu kiper papan atas.
Apa Alasan Hargreaves Terkejut?
Hargreaves menyebut bahwa situasi kontrak Donnarumma bersama Paris Saint-Germain membuka peluang besar bagi klub-klub Eropa lainnya, termasuk Chelsea dan MU. Karena Donnarumma dikabarkan memasuki tahun-tahun akhir kontraknya, nilai transfernya bisa ditekan lebih rendah dibanding ekspektasi pemain sekelasnya. Dia berpandangan bahwa kedua klub kaya Inggris tersebut melewatkan kesempatan emas untuk memperkuat posisi kiper mereka dengan nama besar dan relatif terjangkau.
Menurut laporan transfer, PSG kabarnya siap melepas Donnarumma dengan nilai sekitar €40 juta (sekitar £34 juta). Angka itu dianggap wajar untuk kiper sekelasnya, terutama mengingat kontraknya yang akan segera memasuki tahun terakhir. Dengan banderol seperti itu, Hargreaves menilai seharusnya Chelsea dan MU bisa lebih agresif dalam merespons tawaran.

Situasi Donnarumma di PSG & Kesempatan Transfer
Gianluigi Donnarumma memang menjadi incaran banyak klub saat ini. Ia tampil sebagai salah satu pemain kunci dalam skuad PSG yang meraih berbagai gelar musim lalu, termasuk Liga Champions dan kompetisi domestik. Selama musim 2024–2025, ia dikabarkan mencatat 12 clean sheet dari 40 pertandingan di semua kompetisi, termasuk enam di antaranya di Liga Champions.
Namun, kemajuan negosiasi perpanjangan kontraknya dengan PSG masih belum memuaskan. Kabar menyebut bahwa PSG dan Donnarumma belum menemukan titik temu soal durasi kontrak baru, gaji, dan klausul performa. Hal ini membuka peluang bahwa dia bisa dilepas sebelum kontraknya habis agar PSG tidak kehilangan pemain penting itu secara cuma-cuma keesokan musim.
Menariknya, sumber juga melaporkan bahwa PSG merekrut Lucas Chevalier sebagai kiper baru, sebagai bagian dari strategi memperbarui skuat mereka. Langkah ini makin memperkuat spekulasi bahwa PSG bersedia melepas Donnarumma jika ada tawaran yang sesuai.
Kenapa Chelsea dan MU Dikritik?
Kedua raksasa Premier League tersebut memiliki kebutuhan yang jelas di posisi kiper. Manchester United, misalnya, tengah mencari opsi yang lebih stabil dan andal dibanding Andre Onana, yang beberapa kali melakukan kesalahan mencolok pada musim sebelumnya. Chelsea, di sisi lain, memiliki kekosongan dalam reputasi menjaga gawang yang bisa menjadi prioritas dalam pembenahan skuad mereka.
Hargreaves berpendapat bahwa dengan status Donnarumma yang relatif “terjangkau” dibanding reputasi dan potensi yang dimilikinya, kedua klub tersebut seharusnya merespons cepat. Bila mereka mengabaikannya, ada kemungkinan klub-klub lain yang lebih agresif—baik dari luar Inggris maupun dari liga rival—akan memanfaatkan kesempatan itu.
Potensi Risiko & Pertimbangan Klub
Meskipun peluangnya terlihat menarik, mengambil keputusan merekrut Donnarumma juga memiliki tantangan tersendiri:
-
Gaji & Permintaan Finansial: Meski transfer bisa dijajaki dari sisi harga. Donnarumma mungkin akan meminta gaji tinggi, bonus besar, serta klausul khusus agar dianggap adil. Klub harus mempertimbangkan struktur gaji agar tidak mencederai keseimbangan internal.
-
Adaptasi dan Tekanan: Pergi ke klub dengan ekspektasi tinggi seperti Chelsea atau MU artinya tekanan langsung. Baik dari suporter maupun media—itu besar. Dia harus bisa menunjukkan konsistensi agar transfer ini tidak menjadi beban.
-
Kompetisi dan Persaingan Internal: Setiap klub besar biasanya sudah memiliki penjaga gawang cadangan atau sistem bermain dari belakang yang spesifik. Donnarumma harus bisa menyesuaikan diri dengan gaya klub baru dan bersaing secara internal untuk posisi utama.
-
Kompensasi Transfer & Strategi Jangka Panjang: Klub harus mempertimbangkan tidak hanya biaya transfer tetapi juga efek jangka panjang terhadap skuat (masa depan kiper lain, regenerasi, dan resale value).
Dampak Jika Transfer Tidak Terjadi
Jika Chelsea dan MU benar-benar melewatkan kesempatan ini, beberapa dampak mungkin muncul:
-
Klub pesaing bisa merekrut Donnarumma dan mendapatkan keuntungan signifikan, memperkuat reputasi dan daya saing mereka.
-
Kritik terhadap manajemen kedua klub akan bertambah, terutama soal kebijakan transfer dan keberanian mengambil keputusan.
-
MU, khususnya, masih akan bergulat dengan ketidakstabilan posisi kiper jika mereka tidak segera menemukan pengganti yang lebih konsisten.
-
Dari sisi Donnarumma, peluang untuk pindah ke klub besar Premier League bisa berkurang seiring waktu jika kontrak baru terjalin di PSG atau tawaran dari klub lain lebih menarik.
Baca juga: Lirikan Real Madrid saat Arsenal vs Manchester City
Kejutan Tidak Bisa Dikira Hargreaves
Paul Hargreaves mengungkap rasa kejutan dan frustrasi ketika Chelsea dan Manchester United dinilai “lewatkan”. Kesempatan merekrut Gianluigi Donnarumma dengan harga yang dianggap relatif murah untuk seorang kiper kelas dunia. Kondisi kontraknya yang mendekati akhir membuka peluang transfer yang menarik. Performanya bersama PSG memperkuat argumen bahwa klub besar harus menanggapi dengan serius.
Namun keputusan merekrut seorang pemain besar seperti Donnarumma juga penuh pertimbangan. Gaji, adaptasi, persaingan internal, dan strategi jangka panjang. Bila Chelsea dan MU gagal merealisasikan peluang ini, mereka bisa kehilangan momentum vital dan menghadapi kecaman atas kebijakan transfer yang kurang agresif. Coba nonton pertandingan seru di naga empire link gaming online resmi hari ini!
