Real Madrid Belum Temukan Titik Cerah Ballon dOr. Ketegangan antara Real Madrid dan penyelenggara Ballon dOr masih belum menciptakan titik damai. Bagi laporan terkini dari MARCA, upaya mediasi yang dicoba sepanjang ini belum sanggup mencairkan atmosfer.
Seluruhnya berawal dari polemik masa kemudian. Banyak pihak memperhitungkan Vinícius Júnior layak menggenggam Ballon dOr, tetapi trofi malah jatuh ke tangan Rodri, gelandang Manchester City.
Keputusan itu membuat Real Madrid mengambil langkah tegas: memboikot seremoni penghargaan bergengsi tersebut. Tidak terdapat satu juga perwakilan klub yang muncul, suatu pesan diam yang terdengar lantang.
Sebagian bulan setelah itu, France Football berupaya merajut kembali ikatan. Delegasi mereka terbang ke Madrid, duduk semeja dengan pihak klub, membicarakan mungkin perdamaian menjelang edisi tahun ini.
Real Madrid kembali diselimuti isu boikot terhadap ajang Ballon d’ Or 2025. Ikatan mereka dengan penyelenggara, France Football, dikabarkan belum menciptakan titik cerah.
Masa kemudian, keputusan Los Blancos menolak muncul di malam penghargaan menuai banyak kritik. Apalagi, absennya mereka terasa janggal sebab Carlo Ancelotti serta klub mencapai penghargaan besar.
Suasana tersebut terus menjadi diperburuk kala panggung nampak kosong dikala trofi diserahkan. Sebagian nama baru, tercantum Kylian Mbappe, pula memilah tidak mendatangi kegiatan.
Saat ini, menjelang gelaran Ballon d’ Or pada 22 September mendatang, rumor boikot kembali merebak. Media Spanyol menyebut pembicaraan kedua pihak masih menemui jalur buntu.
Ikatan Retak dengan Penyelenggara
Laporan Marca menyebut, France Football sudah berupaya membetulkan suasana. Apalagi, delegasi spesial dikirim langsung ke Madrid buat melaksanakan pendekatan.
Pertemuan itu diselenggarakan demi membenarkan ikatan kedua pihak membaik saat sebelum malam penghargaan. Tetapi, hasilnya belum membagikan kepastian yang diharapkan.
Walhasil, kesempatan boikot dari Real Madrid senantiasa terbuka lebar. Klub sendiri sepanjang ini belum mengumumkan perilaku formal mereka.

Cerminan Besar
France Football semenjak itu sudah berupaya membetulkan ikatan yang retak, apalagi mengirimkan delegasi ke Madrid buat mangulas upacara yang hendak tiba pada bulan September. Tetapi, pembicaraan tersebut berakhir tanpa hasil, meninggalkan keraguan menimpa apakah raksasa Spanyol tersebut hendak kembali memboikot penghargaan orang sangat bergengsi dalam sepak bola, bagi bermacam laporan.
Ketidaksenangan Madrid bukan cuma sebab Vinicius tidak masuk nominasi, namun pula sebab pergantian yang lebih luas pada kriteria penghargaan. Klub dilaporkan mempertanyakan sistem evaluasi baru serta keterlibatan UEFA, yang hubungannya yang tegang dengan Madrid terus menjadi memperkeruh perselisihan. Mengingat sejarah Los Blancos dengan penghargaan tersebut, para pemain mereka tercantum Alfredo Di Stefano, Luis Figo, Ronaldo, Cristiano Ronaldo, Cedera Modric, serta Karim Benzema sudah memenangkannya 12 kali, lebih banyak daripada klub lain, keretakan ini sudah membayangi penghargaan tersebut.
Catatan Bintang Madrid di Ballon dOr
Walaupun bukan kesukaan utama buat merebut gelar orang, Madrid senantiasa mempunyai perwakilan di catatan kandidat. Sebagian nama besar kembali masuk nominasi tahun ini.
Vinicius Junior, Kylian Mbappe, serta Jude Bellingham masuk dalam kandidat Ballon d’ Or. Sedangkan Dean Huijsen tercatat di Kopa Trophy, serta Thibaut Courtois bersaing di Yashin Trophy.
Apabila Madrid betul- betul absen, deretan bintang itu tidak hendak muncul di panggung penghargaan. Keadaan ini pasti terus menjadi menyoroti renggangnya ikatan mereka dengan France Football.
Real Madrid serta France Football belum berdamai sehabis perselisihan mereka di depan publik tahun kemudian, yang dilaporkan mendesak raksasa Spanyol itu buat sekali lagi melupakan upacara Ballon dOr.
Cuma sebagian jam saat sebelum nama Rodri dipanggil di Théâtre du Châtelet Oktober kemudian, Real Madrid membuat keputusan kontroversial buat memboikot upacara Ballon dOr 2024. Tidak terdapat satu juga pemain, manajer, ataupun perwakilan yang mendatangi kegiatan tersebut sehabis mereka mengenali Vinícius Júnior tidak memenangkan penghargaan Ballon dOr putra.
Media Spanyol tersebut mengklaim France Football apalagi mengirimkan seseorang delegasi ke Madrid dalam upaya membangun kembali ikatan dengan raksasa Spanyol tersebut. Tujuannya merupakan buat menggapai” kesepahaman” menjelang upacara tahun ini pada 22 September, namun pertemuan tersebut kesimpulannya” tidak sukses”.
Tetapi, semacam dilaporkan media Spanyol itu, pertemuan itu berakhir tanpa konvensi. Madrid senantiasa menyimpan curiga pada tata cara evaluasi yang dikira tidak transparan.
” Tata cara serta kriteria evaluasi butuh diperjelas,” begitu narasi yang menggambarkan perilaku klub. Bonus aspek baru, ialah keterlibatan UEFA semenjak masa kemudian, malah memperkeruh kondisi. Menang hadiah besar bersama raja botak link gaming online terpercaya hari ini!
