Ricuh Kandang Persib Didenda AFC 437Juta!
empire88

Ricuh Kandang Persib Didenda AFC 437Juta! Persib Bandung menerima hukuman berat dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) terkait insiden kericuhan di laga melawan Selangor FC. Keputusan itu dikeluarkan untuk pertandingan babak penyisihan AFC Champions League (AFC) Two 2025/26 pada 23 Oktober 2025 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung.

Dalam rapat Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (26/11), AFC mencatat adanya pelanggaran dari sisi perilaku penonton dan organisasi pertandingan. Persib dianggap gagal memenuhi kewajiban keamanan selama pertandingan berlangsung.

AFC menjelaskan bahwa suporter Persib menyalakan setidaknya enam kembang api dan melemparkan puluhan benda ke area lapangan. Ada pula satu banner besar bernuansa politik yang ikut dibentangkan di tribune.

AFC menilai Persib juga gagal menjaga ketertiban di area stadion. Situasi makin diperburuk karena sejumlah suporter memanjat pagar pembatas dan duduk di area yang tidak semestinya.

Temukan Pelanggaran

AFC turut menemukan pelanggaran terkait fasilitas stadion. Setiap kursi dan baris tidak memiliki penomoran lengkap sesuai regulasi stadion AFC.

Atas rangkaian pelanggaran itu, Persib dijatuhi sanksi berupa denda senilai 25.000 USD atau sekitar Rp416 juta. Maung Bandung juga diwajibkan menjalani satu pertandingan dengan penutupan sebagian stadion sebesar 25 persen kapasitas.

Selain itu, Persib dikenai tambahan denda 1.250 USD atau sekitar Rp20 juta. Denda tersebut dijatuhkan karena pelanggaran regulasi penomoran kursi di Stadion Si Jalak Harupat.

AFC menetapkan total denda yang harus dibayar Persib mencapai 26.250 USD atau sekitar Rp437 juta. Pembayaran wajib diselesaikan dalam 30 hari sejak keputusan diterbitkan.

AFC menyatakan bahwa penutupan tribune tidak boleh mengurangi jatah area dan tiket untuk suporter tim tamu. Ketentuan ini mengacu pada Pasal 18.1.2 Kode Disiplin AFC.

Ricuh Kandang Persib Didenda AFC 437Juta!
empire88

AFC dengan Denda 437 Juta Kepada Persib

Persib Bandung dan tangan kanan Bojan Hodak harus menerima kenyataan pahit usai mendapat hukuman berat dari AFC. Mulai dari denda ratusan juta rupiah hingga pembatasan jumlah penonton di laga kandang. Hukuman tersebut dijatuhkan usai pertandingan Persib Bandung melawan Selangor FC di lanjutan AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026. Laga ini berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 Oktober 2025.

Masalah bermula dari sejumlah pelanggaran yang terekam saat Persib menghadapi Selangor. Meski unggul lewat gol Adam Alis dan sepakan Andrew Jung, atmosfer pertandingan justru ternodai ulah suporter tuan rumah.  AFC mencatat sedikitnya tiga jenis pelanggaran yang akhirnya menjadi dasar pemberian sanksi. Persib dinyatakan bersalah atas pelanggaran Pasal 65 Kode Disiplin dan Etik AFC, pelanggaran penyelenggaraan pertandingan sesuai Pasal 64, serta pelanggaran Pasal 39 terkait tata aturan tempat duduk penonton di stadion.

AFC mencatat sedikitnya tiga jenis pelanggaran yang akhirnya menjadi dasar pemberian sanksi. Persib dinyatakan bersalah atas pelanggaran Pasal 65 Kode Disiplin dan Etik AFC, pelanggaran penyelenggaraan pertandingan sesuai Pasal 64, serta pelanggaran Pasal 39 terkait tata aturan tempat duduk penonton di stadion.

Tiga Pelanggaran Persib Tidak Harus Bayar Denda Besar

Ketiga pelanggaran ini membuat Persib tidak hanya harus membayar denda besar, namun juga menjalani laga dengan kapasitas penonton yang dikurangi. Pelanggaran pertama berhubungan dengan aksi suporter. AFC menyebut adanya flare dinyalakan, benda-benda dilempar ke lapangan, hingga muncul spanduk bermuatan politik di area tribun.

“Penonton yang merupakan bagian dari Tergugat menyalakan setidaknya enam (6) alat pembakar (kembang api), melemparkan setidaknya tiga puluh tiga (33) benda (mis., kursi stadion, sepatu, serpihan di stadion), menampilkan satu (1) spanduk besar yang memuat pesan politik, serta memanjat, duduk, dan/atau bergantung pada pembatas yang memisahkan area-area berbeda di dalam stadion selama pertandingan,” bunyi pernyataan resmi AFC dikutip pada Jumat (28/11/2025). Tekanan AFC tidak berhenti di situ. Klub dinilai gagal mengontrol keamanan dan kenyamanan pertandingan. Tuan rumah dianggap abai terhadap prosedur keselamatan dan tidak mampu memastikan kondisi tetap kondusif selama laga berlangsung. Ayo menangkan hadiah besar bersama empire88 link gaming online terbaik saat ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *