Scholes kemudian memberikan klarifikasi dalam podcast “The Good, The Bad & The Football” pada Senin bersama dua mantan pemain MU lainnya, Wes Brown dan Nicky Butt.
Ia juga mengungkapkan sudah berbicara langsung dengan Carrick mengenai hal tersebut.
“Itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyinggung Michael,” kata Scholes.
“Michael adalah salah satu orang paling baik yang pernah Anda temui di dunia sepak bola. Dia adalah orang terakhir yang ingin saya sakiti,” lanjutnya.
Scholes menambahkan bahwa ia langsung menghubungi Carrick setelah kontroversi itu muncul.
“Saya mengirim pesan kepadanya. Saya langsung berkata, ‘Dengar, saya tidak pernah berniat membuatmu tersinggung.’ Sebenarnya saya bahkan tidak merasa perlu mengatakan itu, dan dia sendiri bilang kepada saya bahwa dia tidak tersinggung,” ungkap Scholes.
Komentar Disalahartikan
Carrick mengambil alih tim setelah pemecatan Ruben Amorim. Ia sempat mencatat awal yang impresif dengan tidak terkalahkan dalam tujuh pertandingan pertama sebagai pelatih.
Namun, dalam beberapa laga terakhir, performa MU dinilai tidak sebaik saat mereka mengalahkan Manchester City, Arsenal, dan Fulham pada awal masa kepemimpinannya.
Meski begitu, MU saat ini masih menempati posisi ketiga klasemen liga dan berada dalam jalur yang baik untuk lolos ke Liga Champions.
Scholes merasa komentarnya disalahartikan oleh banyak orang.
“Saya rasa orang-orang menafsirkannya berbeda dari yang sebenarnya saya maksud,” katanya.
“Saya hanya mengatakan bahwa menurut saya, mereka tidak bermain terlalu baik dalam empat pertandingan terakhir, tetapi dia tetap mampu meraih hasil.”
Ia juga mengingat pengalaman bermain di bawah manajer legendaris Alex Ferguson.
“Kami dulu memiliki manajer terbaik di dunia dan dia selalu mengatakan bahwa kadang Anda memang membutuhkan sedikit keberuntungan. Dengan kartu merah atau berbagai hal yang terjadi dalam pertandingan, kadang memang dibutuhkan sedikit keberuntungan. Itu saja yang saya maksud,” tuturnya. Mainkan abangempire link seru dan gampang menang hari ini!

