Xavi Simons Dipinang Tottenham Dibanding Chelsea
Raja Botak

Xavi Simons Dipinang Tottenham Dibanding Chelsea. Tottenham Hotspur akhirnya mengumumkan perekrutan gelandang serang berbakat asal Belanda, Xavi Simons. Pemain berusia 22 tahun itu didatangkan dari RB Leipzig.

Simons akan mengenakan kostum bernomor punggung 7 di bawah asuhan pelatih Thomas Frank. Ia menyebut kepindahan ini sebagai langkah besar dalam kariernya sekaligus mewujudkan impian bermain di Premier League.

Sebelum bergabung ke London Utara, Simons tampil luar biasa bersama Leipzig. Dalam dua musim, ia menorehkan 22 gol dan 24 assist dari 78 pertandingan di semua ajang.

Di pentas internasional, Simons juga sudah menorehkan 28 caps bersama timnas Belanda. Sejak debut di Piala Dunia 2022 Qatar, ia mengoleksi lima gol untuk De Oranje.

Tottenham Hotspur meresmikan transfer gelandang serang muda RB Leipzig Xavi Simons dengan nilai 60 juta euro dan kontrak berdurasi lima tahun dengan opsi perpanjangan dua musim bersama klub asal London Utara itu.

Simons menjadi rekrutan besar ketiga Spurs di lini serang setelah mereka lebih dulu mengamankan transfer permanen Mohammed Kudus dan Mathys Tel, serta mendatangkan gelandang bertahan Joao Palhinha dengan status pinjaman.

Meski baru bergabung dengan Leipzig dari Paris Saint-Germain pada Januari dengan biaya 50 juta euro, Simons kemudian masuk daftar jual setelah klub Bundesliga itu hanya finis di peringkat ketujuh musim 2024/2025, yang merupakan posisi terburuk mereka sejak promosi ke kasta tertinggi pada 2016.

Ketidakjelasan posisi bermain juga membuat Simons sempat diragukan oleh sejumlah klub besar Eropa. Di Leipzig, ia lebih sering dimainkan sebagai gelandang serang hybrid yang bisa berperan sebagai penyerang sayap maupun second striker.

Xavi Simons Dipinang Tottenham Dibanding Chelsea
raja botak

Jejak Karier Xavi Simons

Xavi Simons memulai perjalanan sepak bolanya di akademi Barcelona, tempat ia dikenal sebagai salah satu prospek paling cerah. Dari sana, ia sempat meniti karier di Paris Saint-Germain sebelum akhirnya dipinjamkan ke RB Leipzig.

Di Bundesliga, Simons langsung tampil mencolok dengan kreativitas serta kontribusi golnya. Leipzig kemudian mempermanenkan jasanya pada Januari 2024 berkat perannya yang vital di lini serang.

Produktivitasnya tak bisa dipandang sebelah mata. Catatan 22 gol plus 24 assist menjadi bukti konsistensi sekaligus kualitasnya sebagai playmaker modern.

Baca juga: Gagal Lolos UEFA Gunnar Solskjaer Didepak Besiktas

Tantangan Baru Bersama Tottenham

Usai resmi diperkenalkan ke publik, Simons menegaskan rasa antusiasnya. Ia percaya Tottenham adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan diri dan meraih prestasi lebih tinggi.

“Saya sangat senang dan tidak sabar untuk segera memulai. Ini adalah impian yang sudah lama saya nantikan,” ujarnya di laman resmi klub.

“Klub ini luar biasa dan ketika saya bertemu dengan pelatih kepala, saya langsung tahu bahwa ini adalah tempat yang tepat untuk saya.”

Kehadirannya semakin memperkuat lini tengah Spurs, yang sudah menambah tenaga lewat Joao Palhinha dan Mohammed Kudus. Trio ini diperkirakan bakal mengubah dinamika permainan The Lilywhites musim ini.

Persaingan Panas di Bursa Transfer

Transfer Simons tidak berlangsung mulus karena ada banyak peminat. Chelsea sempat melayangkan pendekatan serius, tetapi gagal mencapai kesepakatan dengan Leipzig.

The Blues kemudian mengalihkan perhatian ke Alejandro Garnacho dari Manchester United dengan harga sekitar 40 juta pounds. Kondisi itu memberi jalan bagi Tottenham untuk bergerak lebih cepat.

Tottenham sendiri sempat gagal mendapatkan Morgan Gibbs-White dari Nottingham Forest. Bahkan target utama mereka, Eberechi Eze, memilih bergabung dengan Arsenal yang menjadi rival sekota.

Hal ini sempat membuat beberapa klub ragu untuk mengeluarkan dana besar. Namun, Tottenham memilih mengambil risiko demi mendapatkan salah satu talenta muda paling menjanjikan di Eropa.

Simons sendiri memiliki rekam jejak gemilang di level akademi. Ia merupakan lulusan La Masia Barcelona, sebelum melanjutkan karir di Paris Saint-Germain dan kemudian dipinjamkan ke PSV Eindhoven, di mana penampilannya mencuri perhatian dengan torehan gol dan assist yang produktif.

Tim asuhan Thomas Frank memang tengah mencari solusi untuk mengisi lini tengah usai kehilangan James Maddison karena cedera ligamen anterior (ACL) dan gagal mendatangkan target lain seperti Eberechi Eze dan Morgan Gibbs-White. Mainkan permainan sportsbook bersama raja botak situs resmi gaming online terbaik saat ini!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *